Tampilkan postingan dengan label kuliner khas Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner khas Bali. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2015

Mencicipi Pepesan Klengis, Kuliner Khas Bali Yang Unik

Nama kuliner khas Bali yaitu Pepesan Klengis memang masih asing terdengar di telinga. Namun, lauk tradisional khas Bali ini tengah diminati oleh banyak orang. Kuliner ini cukup lezat dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai teman makan siang Anda.

Pepesan Klengis merupakan kuliner dengan bahan utama berupa sari ampas dari pembuatan minyak kelapa. Rasa dari kuliner khas Bali ini begitu manis, gurih dan juga tercium aroma harum. Hal ini karena dari bahan baku pembuatan kuliner ini yang berasal dari ampas pembuatan minyak.

Soal bumbu yang digunakan, kuliner ini menggunakan bumbu genap yang merupakan bumbu lengkap yang telah menjadi dasar dari aneka masakan khas Bali. Pepes ini tidak hanya polos tanpa ada tambahan di dalamnya. Pepes ini kerap kali diberi tambahan udang di dalamnya. Sehingga semakin nikmat.

Harga dari pepes ini juga cukup murah. Karena merupakan lauk pendamping, maka harganya pun tidaklah mahal. Hanya sekitar 2.000 hingga 2.500 Rupiah saja. Hanya dengan nasi hangat dan pepes ini, maka sudah cukup nikmat.

Karena rasanya yang lezat, tak usah kaget jika Anda tidak hanya menghabiskan satu bungkus pepes. Anda pasti sanggup menghabiskan lebih dari dua bungkus pepes. Tak hany untuk teman makan saja. Namun juga bisa menjadi cemilan pengganjal perut yang lezat. Rasanya yang sudah gurih pun tak perlu tambahan rasa lagi.

Jadi, siapa bilang Bali tidak punya kuliner unik? Terbukti pepesan Klengis ini juga cukup lezat namun harganya tetap tergolong murah. Yuk, jangan lupa mencicipi kuliner khas Bali ini saat Anda berwisata ke Pulau Dewata ini. Karena kuliner ini hanya dapat Anda nikmati di sini.

Rabu, 18 Maret 2015

Nasi Jinggo, “Nasi Kucing” Khas Bali

Pulau Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam serta budayanya saja. Namun juga keanekaragaman kuliner khas Bali yang begitu lezat. Seperti sate lilit, ayam atau bebek betutu, lawar hingga nasi jinggo yang mirip seperti nasi kucing.

Ya, nasi jinggo memang sedikit mengingatkan para penikmatnya akan nasi kucing yang menjadi salah satu menu angkringan di kota Solo atau Yogyakarta. Namun soal rasa, kuliner khas Bali ini juga tak kalah lezat dengan menu asal Pulau Jawa tersebut.

Nama dari kuliner ini sendiri konon berasal dari kata Jeng go dari bahasa Hokkien yang berarti seribu lima ratus. Hal ini karena, awalnya nasi ini dijual seharga 1500 Rupiah per bungkusnya pada tahun 1997 atau krisis moneter.

Nasi ini awalnya meman terkenal sebagai kuliner untuk rakyat menengah ke bawah. Karena memang nasinya yang hanya sekepalan tangan, sambal goreng tempe, serundeng, sambal dan daging ayam suwir saja. Sehingga kesan nasi rakyat, atau nasi murah meriah semakin melekat pada kuliner ini.

Anda bisa menemukan menu ini di sepanjang jalan, warung lesehan hingga angkringan layaknya angkringan di Pulau Jawa. Soal harga, kini semakin beragam. Tergantung isi lauk pauk yang Anda inginkan. Mulai dari 3 ribu Rupiah hingga 5 ribu Rupiah. Atau bahkan sekitar 10 ribu Rupiah jika porsi dan lauknya ingin yang lebih mewah.

Nasi kucing khas Bali ini memiliki ciri khas tersendiri. Yaitu dibungkus dengan menggunakan daun pisang dengan isi nasi yang pulen. Untuk harga yang lebih mahal, biasanya nasi jinggo akan ditambah dengan isi telor asin, sate lilit atau daging ayam, sayur tumis serta kacang goreng. Jadi, kini kuliner khas Bali ini bukan hanya menjadi makanan kalangan menengah saja. Namun juga kalangan atas.

Minggu, 15 Maret 2015

Lawar Sapi Men Daging, Kuliner Lezat di Sangeh Bali

Bali, punya aneka kuliner khas yang cukup lezat. Mulai dari sate lilit hingga nasi jinggo. Namun, ada salah satu kuliner khas Bali yang terkenal lezat di kawasan Sangeh. Yaitu lawar sapi. Dan salah satu tempat makan di Sangeh yang menjual kuliner ini adalah rumah seseorang bernama Ni Wayan Jelih atau yang akrab disebut Men Daging.

Tempat makan di Sangeh ini menjadi salah satu tempat makan terkenal di kawasan Sangeh. Apalagi kalau bukan citarasanya dari lawar sapinya yang lezat. Kuliner khas Bali ini diracik langsung oleh sang pemilik yaitu Men Daging. Meski telah berusia 60 tahun, namun tangannya tetap lincah meracik masakan ini.

Tempat makan ini menyatu dengan tempat tinggal Men Daging. Jika Anda bingung tentang tempat makan ini, maka coba saja bertanya kepada warga Sangeh. Mereka dengan senang hati akan menunjukan jalan menuju rumah makan ini. Dari kejauhan, Anda bisa melihat kendaraan berjejer di depan rumah Men Daging.

Yang membuat kuliner ini begitu menarik untuk dicicipi adalah selain citarasanya yang memang lezat, pengolahan aneka masakan di tempat makan ini pun masih tradisional bahkan tanpa pengawet. Sehingga dapat dipastikan rasa alami masakan serta bumbu Bali yang khas begitu terasa di setiap masakannya.

Rumah yang sekaligus tempat makan ini menyediakan tempat makan mulai dari menggunakan kursi hingga lesehan. Kenyamanan dari tempat ini juga semakin terasa karena suasana dan rumput-rumput yang tumbuh disekitar rumahnya.

Banyak pelanggan yang sengaja datang dan mencicipi aneka kuliner di tempat ini. Mulai dari pejabat hingga para wisatawan. Harga yang dibanderol dari satu porsi kuliner khas Bali ini juga cukup murah. Satu porsi lawar sapi terdiri dari nasi, lawar serta kuahnya hanya dihargai 20 ribu Rupiah saja. bahkan harga ini telah termasuk sebotol air mineral ukuran tanggung. Murah bukan? Jadi, jika ke Bali, jangan lupa mampir ke tempat makan di Sangeh ini.